Pondasi yg umum dipakai adalah Batamerah, Batukali, Cakar Ayam. Terdapat jenis pondasi lain, yg secara teknis paling andal tetapi jarang digunakan untuk perumahan, yaitu paku bumi-borpile. Tidak ada bangunan bertingkat tinggi yang pakai pondasi batukali atau cakar ayam, semuanya paku bumi.

Langkah Pengerjaan:

1. Titik pondasi, dibor dengan alat khusus, bisa manual atau mesin, sampai menyentuh lapisan tanah keras. kasarnya 300cm, diameter mata bor 10inchi (10″) shg menghasilkan lubang dg diameter 27-30cm

2. Disiapkan besi beton

  • 1 lantai: besi 10″ 4 jalur dg besi spiral 6″
  • 2 lantai: besi 12″ 6 jalur dg besi spiral 6″

Pemilihan ukuran besi dan jumlah jalur, tergantung beban bangunan yg akan dipikulnya nanti.

Contoh: Besi beton 16″ 6 jalur dg besi spiral 8″, bekapasitas angkat beban 30ton. Sebuah rumah 3 lantai dg luas keseluruhan 600m, ditaksir memiliki berat 300ton (0,5ton per m2 bangunan bata merah), membutuhkan pondasi 300ton x3=900ton (x3 faktor pengaman utk angin, getaran kendaraan dll). Sehingga titik pondasi yang dibutuhkan adalah 900ton:30ton = dibutuhkan 30 titik.

Cara bikin besi spiralnya, gampang saja. Potong batang pohon diameter 25cm sepanjang 20-30 cm. Lilitkan besi sepanjang 12m kebatang tsb seperti menggulung benang, setelah itu lepaskan…jadi deh.

3. Masukan rangkaian besi beton kedalam lubang

 

 

 

4. Tuangkan cor beton

 

5. Rangkai besi untuk sloof, pasang bekisting dan cor sloof

6. Jadi deh, pondasi bor pile

 

 

 

 

 
Konsep ekonomisnya adalah, dengan biaya yang minimal, diperoleh kekuatan konstruksi yang memadai:

  • mata bor dan alat bor manual, sama seperti menggali jetpump, hanya dg mata bor yg lebih besar (10″);
  • tenaga 2 kenek diharapkan dapat menggali 2-4 lubang per hari;
  • cor borpile satu lubang butuh +- 0,14m3

Satu Tanggapan to “Pondasi Borepile”


  1. maaf saya mahasiswa teknik sipil UMPAR
    gmn caranya pengecoran kl di daerah yg muka air tinggi dan intensitas airnya tinggi..jadi pda saat pengeboran selesai,lubang bor itu langsung di penuhi air..meskipun di sedot pke pipa tetep aja akan terisi kembali,,,
    jadi pertanyaannya bagaimana cara mengatasi air tersebut agar sistem pemasangan tulangan n pengecoran bisa berjalan lancar…

    dan mohon analisa perhitungannya..

    terima kasih,Mohon penjelasan dan mohon bantuan informasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s